Mengintegrasikan Kearifan Lokal di Era 4.0, Unikama Terapkan Etnopedagogi Digital dalam Pembelajaran Berdampak

Dosen Pendidikan Geografi, Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd. mengungkapkan bahwa metode ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran berdampak. “Pendidikan modern tidak boleh melepaskan mahasiswa dari akar budayanya. Melalui etnopedagogi digital, teknologi tidak mengikis tradisi, melainkan menjadi alat utama untuk menghidupkan dan melestarikan nilai-nilai luhur di ruang kelas masa kini,” ujarnya saat membuka lokakarya kurikulum terbaru.”

Menghidupkan nilai karakter di ruang etnopedagogi digital bertumpu pada rekonstruksi nilai-nilai non-benda yang terdapat di dalam kearifan lokal masyarakat. Nilai-nilai universal seperti gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, kesederhanaan, toleransi, hingga penghormatan kepada orang tua dikemas ulang menggunakan media yang dekat dengan Generasi Z dan Alpha. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan teknologi seperti pembuatan konten edukatif, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), platform pemetaan digital, hingga produksi siniar (podcast) untuk menyebarluaskan filosofi hidup selaras dengan alam dan sesama manusia.

Memupuk kepedulian terhadap ruang hidup adalah satu keunggulan utama dari etnopedagogi digital di lingkungan kampus adalah pergeseran dari metode hafalan teoretis ke aksi nyata. Mahasiswa tidak lagi sekadar mempelajari geografi, sosiologi, atau komunikasi sebatas peta fisik dan lokasi di atas kertas. “Etnopedagogi digital mengajarkan mahasiswa untuk peduli, menjaga, menghargai, dan bertanggung jawab terhadap tempat tinggal serta lingkungan lokal mereka,” tambah Dr. Arnelia Dwi Yasa, S.Pd., M.Pd. dosen PGSD.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *